Wisata Bahari Lamongan (WBL)

PENGALAMAN PRIBADI TENTANG WISATA BAHARI LAMONGAN

WISATA BAHARI LAMONGAN merupakan wisata pantai dan fantasi wisata yang terletak di Desa Paciran Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan. Masyarakat sekitar mengenalnya dengan sebutan WBL. Berjarak 1 km dari rumah kami di Jalan Pasar Lama I No.1036 RT.001 RW.004 Paciran Lamongan 62264 Jawa Timur. WBL dibuka untuk umum pada tanggal 14 November 2004 dibangun di atas tanah seluas 11 hektar yang konon para pekerja disana selalu menemui hal-hal yang aneh karena sebelum disulap menjadi area wisata, tempat itu merupakan lahan pertanian yang angker.

Wisata ini yang dikelola bendera PT Bumi Lamongan Sejati ini merupakan perusahaan join venture Pemerintah Kabupaten Lamongan dengan PT Bunga Wangsa Sejati. Ada seloroh di masyarakat Paciran, mengapa ikon Wisata Bahari Lamongan itu Kepiting? Jawabnya karena Bupati Lamongan Masfuk ketika itu menyukai makanan kepiting. Entah seloroh itu benar atau salah, silahkan tanyakan yang bersangkutan 🙂

Baca juga : Wisata Bahari Lamongan, Industrialisasi Dan Masa Depan Religiositas Masyarakat Paciran

Meskipun Wisata Bahari Lamongan dibuka pada tahun 2004, ada satu hal yang menarik ketika yaitu antara tahun 2004 sampai Juli 2006 saya tidak pernah masuk area wisata tersebut. Bukan karena saya tidak bisa beli tiket atau apa? Akan tetapi pada bulan Agustus 2006 saya disuruh Pak Yaslikan selaku Ketua PC Muhammadiyah Paciran untuk mengambil uang ke managemen WBL, saat itu diterima Sekretaris Manajemen WBL, saya lupa namanya, yang jelas orangnya cantik dan ngomongnya juga halus dan retorikanya sangat bagus, juga sangat menguasai manajerial WBL.

Setelah saya amati di ruangan tersebut, masyaALLAH… sunggu luar biasa, hampir setiap sudut Wisata Bahari Lamongan terdapat kamera CCTV, jadi petugas bisa memantau hampir di semua sudut. Selain itu, kantor WBL ber-AC dan dingin banget, maklum orang desa yang tidak kenal begituan. Setidaknya saya bangga, meskipun belum pernah masuk area wisata, akan tetapi sudah pernah masuk kantor WBL dan diterima dengan baik oleh cewek cakep.

Disamping itu, pada tahun 2008 ketika saya diberi amanah di BEM UNIROW saya mengajukan Tawaran Shonshorhip ke Manajemen Wisata Bahari Lamongan. Pengajuan tersebut saya sampaikan sendiri ke kantor WBL. Dua minggu selanjutnya, pada 2 Mei 2008 saya balik lagi ke kantor WBL dan menanyakan tentang pengajuan tawaran tersebut dan jawabnya adalah “MAAF KAMI BELUM BISA BERPARTISIPASI”. Ternyata ketika PC IRM Paciran mengajukan tawaran yang sama pun jawabanya tetap sama “MAAF KAMI BELUM BISA BERPARTISIPASI”. Majalah lokal bernama Karismamda yang merupakan Majalah MAM 02 Pondok Modern Muhammadiyah Paciran juga mendapat jawaban yang sama, yaitu: “MAAF KAMI BELUM BISA BERPARTISIPASI”.

Pun toh, Pak Yaslikan ketika itu menyuruh saya untuk mengambil uang sponshorship karena karena beliau ketika itu menjabat sebagai Sekretaris Camat Paciran. Barangkali, ketika proses perizinan Wisata Bahari Lamongan; pihak manajemen punya “perjanjian khusus” dengan beliau.

Sampai saat ini, saya bertanya adakah konstribusi signifikan atas berdirinya WISATA BAHARI LAMONGAN di Desa Paciran untuk masyarakat sekitar?

Be the first to comment on "Wisata Bahari Lamongan (WBL)"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*