PT Semen Indonesia

WISATA GREEN INDUSTRY PT SEMEN INDONESIA : ANTARA TANTANGAN, HARAPAN DAN PELUANG

WISATA GREEN INDUSTRY merupakan acara yang diselenggarakan oleh PT Semen Indonesia dengan melibatkan panitia dari Sosial Media Semen Gresik, TIK Cerdas dan Unit Website. Wisata Green Industry ini untuk pertama kalinya diadakan di Indonesia dan dilaksanakan pada hari Sabtu, 13 Desember 2014. Acara ini memiliki 3 (tiga) agenda penting. Pertama, Kunjungan ke UKM Binaan Semen Indonesia di Lamongan. Kedua, Kunjungan ke PT Semen Gresik di Pabrik Tuban, dan Ketiga, Paparan dan Diskusi yang disampaikan oleh:

  • Prasetyo Utomo, selaku Direktur Produksi PT Semen Gresik (Pembicara 1)
  • Agung Wiharto, selaku Sekretaris PT Semen Indonesia (Pembicara 2)
  • Heru Indrawidjajanto ST, selaku Engineering & ConstructionPT Semen Gresik Project Rembang (Pembicara 3)
  • Ir Wahyudi Heru P., selaku General Manager of CSR PT Semen Indonesia (Pembicara 4)
  • Novianto Puji Raharjo, S.Kom., M.I.Kom selaku Koordinator TIK Cerdas
Peserta Wisata Green Industry PT Semen Indonesia

Acara Wisata Green Industry ini merupakan bentuk komitmen Semen Indonesia sebagai wujud dari implementasi Tripple Bottom Line (Profit, People dan Planet). Artinya, aspek lingkungan dan masyarakat sekitar pabrik menjadi bagian penting bagi Semen Indonesia, karena perusahaan tidak hanya sebatas berorientasi pada profit semata.

Berikut ini adalah catatan yang kami rangkum ketika diskusi di Auditorium PT Semen Indonesia Pabrik Tuban, antara lain:

Pembicara 1 – Bapak Ir. Prasetyo Utomo, selaku Direktur Produksi PT Semen Gresik

  • Assalamu`alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh, Salam Sejahtra untuk kita semua
  • Selamat datang untuk semua peserta dari komunitas sosial media di PT Semen Indonesia Project Tuban
  • Saat ini, Semen Indonesia sebagai Holding Company membawahi beberapa pabrik semen, antara lain: Pabrik Semen di Tuban, Pabrik Semen Tonasa, Pabrik Semen Padang. Bahkan kami juga ekspansi sampai ke luar negeri dengan membeli Pabrik Semen Thang Long Cement di Hanoi, Vietnam.

Catatan:

  • Terus terang kami kagum dan terkesan dengan presentasi Pak Pras yang tidak lebih dari 2 menit. Ini membuktikan bahwa beliau sangat terbiasa (baca: expert) dalam urusan Problem Solving.
  • Beliau sangat ahli dalam urusan menyelesaikan masalah (problem solving) dalam hitungan detik  
Ir. Prasetyo Utomo, selaku Direktur Produksi PT Semen Gresik (Bawa Microphone), Ir. Agung Wiharto, selaku Sekretaris PT Semen Indonesia (duduk di depan laptop)

Pembicara 2 – Bapak Ir. Agung Wiharto, selaku Sekretaris PT Semen Indonesia

  • PT Semen Gresik diresmikan oleh Presiden RI Pertama Ir Soekarno pada tanggal 7 Agustus 1957 dengan produksi 250.000 ton/tahun
  • Saham Semen Indonesia yang dimiliki Pemerintah RI sebesar 51,01 %
  • Produksi semen di Semen Indonesia sebesar 32 juta ton/tahun dan ini terbesar di Asia Tenggara
  • Untuk mengurangi kekurangan semen di dalam negeri, Semen Indonesia import 3 juta ton di tahun 2014
  • Untuk memperoleh bahan baku Semen Indonesia tidak menggusur penduduk tapi menggunakan hutan sebagai lahan tambang
  • Jarak terdekat lahan tambang di Pabrik Rembang sejauh 6 km dari penduduk sekitar
  • Jarak terdekat lahan tambang di Pabrik Tuban sejauh 1 km dari penduduk sekitar
  • Hampir 180 Ha lahan Semen Indonesia di Pabrik Tuban digunakan penduduk sekitar untuk bercocok tanam dan itu GRATIS
  • Pak Agung miris karena selama ini Semen Indonesia banyak dimusuhi penduduk lokal, padahal Semen Indonesia mau mengamankan aset-aset produktif Pemerintah RI

Pembicara 3 – Bapak Heru Indrawidjajanto ST, selaku Engineering & Construction PT Semen Indonesia di Pabrik Rembang

  • PT Semen Indonesia Project Rembang merupakan pabrik termahal dan tercanggih dengan nilai investasi IDR 4,5 Triliun
  • Kepedulian Semen Indonesia dibuktikan dengan membangun menara pipa baja dengan ketinggian 30 meter dan panjang 5 km
  • Kecanggihan teknologi yang diterapkan pada PT Semen Indonesia Project Rembang salah satunya adalah apabila terjadi kebocoran debu pada alat produksinya, maka mesin pabrik akan mati secara otomatis
Heru Indrawidjajanto ST, selaku Engineering & Construction PT Semen Gresik Project Rembang

Pembicara 4 – Bapak Ir. Wahyudi Heru P., selaku General Manager of CSR PT Semen Indonesia

  • Kabupaten Tuban merupakan fokus utama garapan CSR karena masuk area Ring I, sedangkan Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Bojonegoro termasuk Ring II & Ring III. Hal ini menjawab pertanyaan dari Sutrisno Anak Baik-baik Blogger Bojonegoro
  • Pak Heru Kurniawan menambahkan bahwa PT Semen Indonesia melalui program CSR memberikan kesempatan kepada siapa saja untuk mengajukan kredit lunak dengan persyaratan, antara lain: FC KTP yang masih berlaku, FC Kartu Keluarga, Surat Keterangan Usaha dari Desa, FC Jaminan.
  • Pak Heru Kurniawan mencontohkan, jika kita pinjam IDR 1.000.000 dalam setahun, maka dalam setahun kita hanya mengembalikan IDR 1.060.000. Dengan catatan, bahwa IDR 60.000 itu bukan biaya bunga akan tetapi biaya pemeliharaan.
  • Kita juga diharuskan untuk membayar tepat waktu, jika tidak maka dalam pengajuan selanjutnya (baca: tahun kedua) pengajuan kita akan ditolak.
  • Siapapun bisa mengajukan pinjaman ke PT Semen Indonesia, mulai pedagang kaki lima sampai pedagang online.

***

Terlepas dari semua hal tersebut di atas, ada beberapa hal yang cukup menarik dalam perjalanan kami dari rumah Desa Banjarjo Kecamatan Bancar Kabupaten Tuban untuk mengikuti acara Wisata Green Industry yang diselenggarakan PT Semen Indonesia, yang kemudian kami sebut sebagai Tantangan, Harapan dan Peluang; kami uraikan sebagai berikut:

Tantangan (Challenge)

Sehari sebelum acara Wisata Green Industry, ada pesan singkat (sms) masuk yang berisikan:

Update CP Bungurasih Surabaya (Agus – 082231022880, Novy – 082333667734) SG Gresik & Sta Lamongan (Muhtadin – 085706005839, Rono – 087870066088) disediakan sarapan di bis. Tuban PIC yang sama dengan Lamongan Muhtadin – 085706005839, Rono – 087870066088

Kedua, pesan singkat tersebut masuk ke HP Samsung E1205T hitam kami pukul 14:03:43 dan 14:10:39 WIB, daripada bingung kami pun menelpon Pak Rono. Jawaban dan penjelasan dari beliau sungguh menggembirakan karena ternyata kami diberikan kesempatan untuk mengikuti acara Wisata Green Industri, karena rumah kami berada jauh diujung barat maka beliau menyarankan agar kami langsung menuju PT Semen Gresik Project Tuban.

Maklum, karena kami adalah warga pendatang dari Paciran Lamongan dan resmi jadi warga Kabupaten Tuban terhitung 10 Januari 2012 sampai sekarang; jadi anggapan kami bahwa Pabrik Semen Indonesia Project Tuban itu di Desa Gelondonggede Kecamatan Tambakboyo, atau tepatnya di Pelabuhan Semen Gresik. Akhirnya, kami putuskan menunggu di Pos VI pukul 10.05 (waktu jam tangan kami). Pos VI adalah pos terakhir atau pos pelapasan kendaraan besar untuk menuju jalan raya pantura sehingga mereka harus menyetorkan  surat/berkas jalan kepada petugas disana sambil memberikan uang IDR 1.000

Sesampainya di Pos VI, kami dapat info bahwa rombongan peserta Wisata Green Industry baru perjalanan dari UKM Binaan Semen Indonesia ke Pabrik Tuban. Jadi, kami harus menunggu rombongan 1,5 jam lagi untuk sampai di Pos VI dan menjemput kami. Pukul 11:25 mas Wijayanto menelpon bahwa rombongan peserta sudah tiba di Pabrik Tuban, kami pun mengatakan jika kami masih menunggu jemputan dari Pak Rono di Pos VI. 30 menit kemudian Pak Rono telpon bahwa kami disuruh untuk langsung datang ke Pabrik Tuban dan menunggu di Pos I atau Pos III. Tanpa berpikir panjang kami pun bermaksud menuju lokasi yang beliau sebutkan, namun ketika kami menstarter Motor Supra Helm In warna hijau yang menjadi kendaraan kami, kami merasakan ada yang tidak beres dan TERNYATA BAN BELAKANGNYA KEMPES.

MasyaALLAH, tantangan apalagi yang harus kami alami. Kami mencoba berkoordinasi dengan security yang bertugas di POS VI. Kami menjelaskan bahwa ban motor kami kempes dan kami bermaksud meminjam motornya, sebagai jaminan kami meninggalkan motor kami disana. Sesuai apa yang telah kami duga sebelumnya permintaan kami pun ditolak oleh mereka, dengan alasan motornya digunakan sebagai inventaris untuk mendukung tugasnya. Security tersebut memberikan solusi agar kami menambalkan ban motor Supra Helm In warna hijau di utara jalan sekitar 500 meter dari Pos VI. Kami pun mengimplementasikan saran tersebut.

Proses tambal ban berlangsung selama 20 menit. Sambil menunggu proses tambal ban selesai, kami memesan es susu yang ada disebelah tukan tambal ban tersebut. Kami cukup kaget karena ternyata untuk 1 gelas es susu dibandrol IDR 4.000/gelas, padahal di toko kami di Pasar Layur Bulu Tuban untuk 1 sachet susu kental manis Frisian Flag kami jual hanya seharga IDR 1.166/sachet. Pukul 12.35 si tukang tambal ban menyelesaikan tugasnya dengan biaya IDR 15.000 dan IDR 5.000 untuk penutup cup ban motor; jadi total yang kami bayarkan adalah IDR 24.000

Kami pun melanjutkan perjalanan menuju PT Semen Indonesia Project Tuban yang terletak di Desa Sumberarum, Kecamatan Kerek. Perjalanan ini memakan waktu kurang lebih 25 menit dengan jarah tempuh sejauh 10 km terhitung dari tukang tambal ban tadi. Pabrik seluas 1.959.659 m2 ini membuat kami semakin pusing tujuh keliling karena harus bertanya kesana-kemari untuk mencari Pos I sesuai instruksi Pak Edi Sulaiman Humas PT Semen Indonesia yang menelepon kami setelah Pak Rono.

Setelah keliling kawasan Semen Indonesia, akhirnya kami tiba di Pos I tempat kendaraan besar keluar-masuk pabrik; security Pos I menghampiri kami dan bertanya ada kepentingan apa sehingga Anda sampai di sini. Hal ini beliau lakukan untuk antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan karena ketika itu kami naik motor jadi sangat aneh motor nyasar di Pos I. Sesuai dengan pesan Pak Edi Sulaiman, jika ditanya security kami cukup menjawab bahwa kami diundang dalam acara Wisata Green Industry dan hendak menemui beliau. Kami pun menyampaikan pesan tersebut kepada security yang bertugas di sana.  

Setelah dizinkan melintas oleh security di Pos I, kami kembali menelepon beliau untuk menanyakan dimana persisnya acara Wisata Green Industry itu dilaksanakan. Ternyata acaranya bertempat di sebuah gedung baru yang telah dijadikan Auditorium Semen Indonesia yang letaknya di dekat Pos III. Waduh, ternyata kami harus kembali lagi karena Pos III letaknya sebelum Pos I dan kami telah melewatinya tadi. Kami pun berprinsip bahwa Sesudah Kesulitan Itu Ada Kemudahan.

Akhirnya, tepat pukul 13.30 kami tiba dengan selamat di Pintu auditorium dan langsung disambut oleh security setempat dengan pertanyaan “ada keperluan apa?”. Kami pun segera menjawab bahwa “kami ke sini dalam rangka menghadiri acara Wisata Green Industry yang diselenggarakan PT Semen Indonesia”. Pak Rono menghampiri kami dan mempersilahkan duduk karena mungkin beliau merasa iba melihat kami yang putar-putar kawasan Pabrik Tuban.  

Karena acara belum mulai dan waktunya ishoma, kami sholat dhuhur terlebih dahulu sebelum menuju auditorium untuk menikmati hidangan makan siang yang telah disediakan. Ketika kami masuk ke dalam, kami cukup kaget karena ternyata di auditorium tersebut sudah ada Penyanyi Lokal (baca: Biduan) yang menghibur peserta komunitas social media Wisata Green Industri. Terlebih, sang pembawa acara yang salah kostum sehingga setiap kali duduk selalu menata ulang terus rok mini-nya. Semoga hal ini tidak terulang lagi di PT Semen Indonesia yang merupakan industri persemenan nasional yang disegani di dunia Internasional yang seharusnya menjunjung tinggi budaya ketimuran yang menjadi kebanggaan Indonesia.

Karena dari awal rombongan sudah telat, maka sudah dapat dipastikan susunan acara berikutnya juga ikut molor. Maka untuk mengatasinya panitia meringkas acara inti yang berupa Paparan Diskusi Sessi 1 & Sessi 2 dijadikan menjadi satu acara dengan menghadirkan 4 (empat) nara sumber PT Semen Indonesia secara bersamaan.  

Harapan (Hopefulness)

Harapan artinya suatu kejadian yang akan berbuah kebaikan di waktu mendatang.

Beberapa harapan kami ketika mengikuti acara Wisata Green Industry, antara lain:

  • Duduk paling depan dan melihat secara langsung para stakeholder PT Semen Indonesia dari dekat
  • Jika diberi kesempatan untuk berdiskusi atau bertanya, maka kami akan memberikan apresiasi buat perusahaan Semen Indonesia
  • Bisa foto dengan stakeholder PT Semen Indonesia, meskipun ini tidak terealisasi; akan tetapi kami telah memperoleh Kartu Nama Pak Ir Wahyudi Heru P selaku General Manager of CSR PT Semen Indonesia
Foto Bersama Peserta Wisata Green Industry PT Semen Indonesia

Peluang (Opportunities)

Peluang merupakan kesempatan yang muncul dan akan menjadi sebuah ide bagi pelaku untuk memperoleh inspirasi dan membuka sebuah peluang untuk suatu hal yang baru serta mempunyai peluang usaha yang baik.

Jika kami menghadiri acara Wisata Green Industry, maka setidaknya akan berpeluang, antara lain:

  • Kenal lebih dekat dengan stakeholder PT Semen Indonesia dengan cara mencuri perhatian mereka melalui sesi tanya jawab
  • Jika kami berhasil mencuri perhatian mereka, dan mereka tahu (dan belum kenal) maka kami harus bisa melacak akun sosial media dengan bantuan skill yang kami miliki ketika Sekolah Internet Marketing Terbaik dan Pertama di Indonesia Asian Brain dengan tutor Anne Ahira
  • Jika opsi kedua berhasil, maka mereka akan “penasaran” dengan kita dan bisa dipastikan mereka akan bertanya secara intensif tentang siapa kita? biasanya mereka akan bertanyan seputar Internet Marketing dan/atau Kampanye Digital (Digital Campaign)
  • Kami belajar intensif Internet Marketing di Asian Brain, yaitu Sekolah Internet Marketing Pertama dan Terbaik di Indonesia dengan mentor Anne Ahira. Selain belajar online, Asian Brain juga menyediakan pembalajar offline, yaitu Gethering. Artinya, setiap bulan members Asian Brain (baca: ABers) belajar IM dengan tatap muka langsung sesama ABers, yang dipandu oleh seorang Expert di bidangnya.

Be the first to comment on "PT Semen Indonesia"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*