PC Muhammadiyah Paciran

ADA APA DENGAN MUHAMMADIYAH: Etika Kerja Pimpinan = Pimpinan Bekerja dan Beretika

Jika ada pertanyaan, “mengapa orang suka molor (waktu)?”, yang paling bisa menjawab pertanyaan ini adalah mereka yang sering nongkrong di Gedung Dakwah Muhammadiyah Paciran, Jalan Raya 144 Paciran. Jawabnya sederhana, “karena pada proses kejadiannya, manusia dimulai dari sesuatu yang bisa molor”. (mohon jangan didiskusikan lebih lanjut)… he.. he.. he..

7 Oktober 2001, digelar Musycab III PC Muhammadiyah Denpasar dan PC Aisyiyah Denpasar Selatan (gabungan). Menurut undangan, upacara pembukaan dimulai pukul 08.30 WITA (atau sama dengan pukul 07.30 WIB). Di Denpasar, jam 08.30 masih tergolong sangat pagi. Pukul 08.35 upacara pembukaan dimulai. Tiga ruang kelas dengan dekorasi khas Bali yang tergolong mewah itu menjadi penuh sesak oleh peserta dan undangan yang jumlahnya tidak kurang dari 150-an orang.

Gedung Dakwah Muhammadiyah Paciran

Musycab dibuka langsung oleh Camat Denpasar Selatan, Drs. Nyoman Reditia, yang hadir sejak pukul 08.00. Upacara pembukaan diakhiri dengan “live single concert” (siaran langsung konser tunggal) ibu-ibu Aisyiyah yang menyanyikan lagu-lagu padang pasir dengan alat musik terbang (rebana), ecek-ecek, ocok-ocok dan icik-icik ala kadarnya ditambah sentuhan alat musik electone. Dari teman duduk yang sempat menawarkan rokok (yang saya tolak karena saya bukan perokok) ada bocoran informasi bahwa dana Musycab adalah 100% swadaya warga Muhammadiyah ditambah kas organisasi.

Terlalu dini memang untuk untuk membandingkan antara Muhammadiyah di Bali yang acaranya molor ‘hanya’ 5 menit dengan Muhammadiyah Jawa Timur (terutama Ortomnya) yang nyaris selalu menunda (baca : molor) acara hingga berjam-jam. Begitu pula qasidahan (musik) yang terkesan tabu di Jawa Timur, namun di Bali enjoy saja, dan mungkin Musycab depan akan nanggap Ayu Ting-Ting.

Pengalaman ini mengingatkan saya pada moment Pelatihan Manajemen Kepemimpinan (PMK) PD IRM Lamongan tanggal 28-31 Desember 1994. Waktu itu acara pembukaan molor berjam-jam dari rencana, begitu pula banyak materi juga meleset dari jadwal. Ketika hal ini dikonfirmasikan kepada PD, dengan rasa tidak berdosa mereka mengatakan bahwa perjuangan kita adalah keikhlasan belaka dan tanpa digaji, oleh karena itu jangan banyak menuntut dan “mbok yo’o podo ngertine” (yen awit biyen yo wis ngene iki). PMK diakhiri dengan sebuah diskusi buzz group, yang dari sinilah saya mendapat satu kalimat sakti, “IRM jangan pernah mengemis sepeserpun pada siapapun”.

Pengalaman ini telah membuka mata saya, ternyata Muhammadiyah tidak selalu identik dengan molor waktu. Jika ada yang mampu untuk tepat waktu, mengapa kita tidak belajar mulai hari ini untuk tepat waktu.

IRM dapat dengan mudah mengajukan sumbangan/donasi/subsidi pada Muhammadiyah dan/atau Kepala Sekolah. Namun pantaskan organisasi yang telah tegak berdiri selama lebih dari tahun ini masih menadahkan tangan meminta-minta. Pantaskah IRM yang menyatakan siap untuk independen/mandiri masih mengharapkan belas kasih. Bukankah tangan, kaki dan otak yang dianugrahkan Allah seharusnya membuat manusia merasa malu untuk menggantungkan hidup dari uluran tangan.

***

Hal inilah yang membuat saya seharusnya Ikatan Remaja Muhammadiyah mempunyai usaha baik itu online maupun offline untuk menunjang aktivitas rumah tangganya untuk bisa mencukupi kebutuhan hidupnya.

Dulu, PC IRM Paciran punya Lembaga Khsusus Cabang (LKC) Kreatif yang bergerak dibidang wirausaha untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga Pimpinan Cabang. LKC Kreatif yang lahir atas Rekomendasi Musycab XI di Sumuran fokus berjualan atribut IRM, seperti: Batik IRM, Bendera IRM, Bros/Pin IRM serta Pembuatan KTA IRM.

Terus terang, modal utama LKC Kreatif PC IRM Paciran saat itu adalah pinjam orang. Alhamdulillah, dari keuntungan wirausaha ini setidaknya LKC Kreatif pernah membelikan PC IRM Paciran berupa 1 unit CPU Komputer dan 1 unit Printer Epson & 1 unit Canon.  

Saat itu, dalam pengandaan Komputer dan Printer uang LKC Kreatif kurang. Jadi, kita minta sumbangan dengan cara menyebarkan amplop kepada Bapak/Ibu Muhammadiyah & Aisyiyah Cabang Paciran. Untuk itu, kami atas nama PC IRM Paciran mengucapkan terimakasih atas bantuannya, semoga sedekah jariah bapak/ibu diterima disisi ALLAH Ta`ala.

Aamiin ALLAHumma Aaamiin

Be the first to comment on "PC Muhammadiyah Paciran"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*