KH Hasyim Asy`ari & KH Ahmad Dahlan

FAKTA MENARIK TENTANG KH HASYIM ASY`ARI & KH AHMAD DAHLAN

Guna menyambut Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama di Jombang, Jawa Timur pada tanggal 1-5 Agustus 2015 dan Muktamar ke-47 Muhammadiyah di Makassar, Sulawesi Selatan tanggal 3-7 Agustus 2015 ini kami menyajikan sedikit pencerahan sebagai berikut:  

Syaikhona Kholil Bangkalan (Maha Guru), KH Hasyim Asy’ari (Pendiri Nahdlatul Ulama), dan KH Ahmad Dahlan (Pendiri Muhammadiyah)

Berawal dari Syaichona KH Kholil Bangkalan Madura yang telah mendidik 4 (empat) muridnya untuk berdakwah di Indonesia. Ke-4 murid tersebut, adalah : (1) KH Hasyim Asy’ari, Pendiri Nahdlatul Ulama / NU (2) Ahmad Dahlan atau Muhammad Darwis, Pendiri Muhammadiyah (3) HM Ikhsan (kakek Emha Ainun Najib) dan (4) KH Muhammad Romly Tamim – Penyusun Doa Istighotsah

Berikut ini, kami mencoba untuk menyampaikan 2 Ulama Besar, yaitu : KH Hasyim Asy`ari, Pendiri Nahdlatul Ulama dan KH Ahmad Dahlan, Pendiri Persyarikatan Muhammadiyah :

Fakta #1

Keempat murid Syaichona KH Kholil Bangkalan Madura telah menyelesaikan semua materi pelajaran dari Sang Guru pada awal tahun 1.900 – an. Mereka menyeberangi Selat Madura, 2 (dua) murid ke Jombang, Jawa Timur dan 2 (dua) murid ke Semarang, Jawa Tengah.

Fakta #2

2 (dua) murid yang ke Jombang, yaitu HM Ikhsan yang telah dibekali gurunya berupa Cincin sedangkan KH Muhammad Romly Tamim dibekali dengan Pisang Mas

Fakta #3

Sedangkan KH Hasyim Asy’ari dan Muhammad Darwis ke Semarang, Jawa Tengah. Keduanya telah dibekali Sang Guru berupa masing-masing kitab untuk meneruskan ngajika kepada Kyai Soleh Darat di Semarang.

Fakta #4

Kyai Soleh Darat merupakan ulama terkemuka saat itu. Beliau menguasai dan mendalami ilmu falaq, ilmu nahwu, dan ilmu tafsir. Bahkan semua keluarga besar Raden Ayu Kartini beguru serta mengaji kepada Kyai Soleh Darat ini. Akhirnya, Kyai Soleh Darat berhasil menyelesaikan karya fenomenal berupa Al Qur’an & Terjemahan Bahasa Jawa. Karya tersebut merupakan inisiatif dari RA Kartini, agar masyarakat Jawa lebih paham tentang Al-Qur`an.

Fakta #5

Darwis & Hasyim yang telah berguru ke Kyai Soleh Darah, keduanya sangatlah rajin dan tekun belajar serta beribadah. Akhirnya, Kyai Soleh Darat memerintahkan kedua sahabat tersebut untuk meneruskan belajarnya ke Mekkah al-Mukarramah.

Fakta #6

Sesampainya di Mekkah al-Mukarramah, kedua sahabat tersebut pada akhirnya menjadi santri kesayangan Syaikh Ahmad Khatib Al Minangkabawi, Imam Besar Masjidil Haram. Alasan Syaikh Ahmad Khatib Al Minangkabawi menyukai Hasyim dan Dahlan karena kecerdasannya. Keduanya akhirnya memutuskan untuk mencintai dan cenderung mendalami ilmu tentang Hadist bagi Hasyim dan Dahlan cederung fokus mempelajari gerakan dan pemikiran Islam.

Fakta #7

Mestinya riwayat kedua sahabat tersebut dalam menuntut ilmu sangatlah panjang. Untuk itu, kami akan membahas tentang sepulangnya kedua sahabat tersebut ke Indonesia dan gerakan yang dilakukan oleh beliau berdua.

Fakta #8

Kerinduan HM Ikhsan terobati setelah pulangan Hasyim Asy`ari ke Jombang, HM Ikhsan merupakan ulama “sakti mandra guna” yang mempunya peranan dalam mendirikan Pondok Pesantren Tebuireng dan berhasil mensterilkan area maksiat dan para rampok di kawasan Tebuireng sebelum di bangun pondok.

Fakta #9

KH Hasyim Asy’ari meminta izin kepada HM Ikhsan untuk mengajar di pondok dan mulai membuka pengajian kitab Shahih Al Bukhori

Fakta #10

Emha Ainun Najib atau lebih popules dipanggil Cak Nun merupakan aktor utama yang bisa membujuk KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) untuk keluar dari istana ketika “tuduhan/pendakwaan” dulu. Hal ini karena garis keturunan antara Cak Nun dan Gus Dur. Disini kita harus paham.. !!!


Fakta #11

KH Abdurrahman Wahid biasanya akan menjawab : “maju saja susah dan harus dituntun, eee.. saya kok malah disuruh untuk mundur”. Itu merupakan jawab singkat Gus Dur jika disuruh orang lain untuk mundur. Akan tetapi Emha Ainun Najib tidak menyuruh beliau mundur. Kata Cak Nun “wis wayahe munggah pangkat koen, Gus! dan sudah waktunya untuk naik jabatan!”

Fakta #12

Murid Ke-4 Syaichona KH Kholil Bangkalan Madura, yaitu KH Muhammad Romly Tamim akhirnya berhasil mendirikan Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso, Peterongan, Jombang, Jawa Timur. Pondok pesantren ini akhirnya menjadi pusat dan cikal bakal Thariqoh Al Mu’tabarah yang cukup disegani, yaitu Tariqoh Qodiriyah Naqshabandiyah (TQN).

Fakta #13

Masih tentang Mbah Hasyim Asy`ari, PERLU PEMBACA INGAT INI : Pada umunya di Pondok Pesantren Tebuireng hanya mengajarkan tentang tarekat, akan tetapi setelah datangnya Mbah Hasyim yang telah mempelopori pengajian Hadits terhormat dan penting.

Fakta #14

Alhasil Pondok Pesantren Tebuireng kian hari makin bertambah maju pesat, semua lapisan masyarakat berdatangan untuk nyantri di pondok ini. Sillaturrahim mulai terjadi dengan beberapa ulama besar dan ternama, seperti : KH Wahab Hasbullah, Pendiri & Pengasuh Pondok Pesantren Tambakberas Jombang.

Konon putra KH Wahab Hasbullah yang bernama Abdul Wahab Hasbullah selama dikandungan ibunya, bapaknya telah berhasil mengkhatamkan Al-Qur`an sebanyak 100 (seratus) kali dan ini diperdengarkan kepada si janin.

Walhasil, KH Abdul Wahab Hasbullah akhirnya berhasil mendirikan orsi (organisasi islam) terbesar yang telah dinisbatkan kepada Mbah Hasyim Asy`ari.

Fakta #15

Ponpes Tebuireng juga berhasil menjalin hubungan baik dengan Pendiri Pondok Pesantren Denanyar, Jombang yaitu KH Bisri Syamsuri. Sholehah, putri KH Bisri Syamsuri akhirnya dinikahkan dengan Abdul Wahid Hasyim

Fakta #16

Tiga pilar Nahdlatul Ulama pun tercipta : Pondok Pesantren Tebuireng – Pondok Pesantren Denanyar – Pondok Pesantren Tambakberas. Karena KH Bisyri Syamsuri mempunyai peranan yang sama dengan KH Abdul Wahab Hasbullah dalam mendiri NU.

Be the first to comment on "KH Hasyim Asy`ari & KH Ahmad Dahlan"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*