JURUS BERSAING ala JAGATERS STUDIOS

Oleh: Joko Intarto

Ada teman yang bertanya, apa untungnya Jagaters membeli alat-alat berharga remeh-temeh? Bukankah sudah punya alat sejenis yang brand-nya sangat kuat dan harganya pun mahal? Jagaters Studio merupakan kumpulan orang-orang kreatif di bidang multimedia. Sejak 2010, kami fokus pada jasa produksi konten dan siaran langsung.

Sebenarnya tidak susah menjawab pertanyaan ini. Dengan menggunakan rumus matematika dasar saja sudah cukup. Tapi lebih menarik kalau ditulis sebagai sebuah cerita.

Uji Coba RGB Mini di Jagaters Studio

Tahun 2009, saya kali pertama punya multicamera system. Satu set lengkap investasinya Rp 300 juta. Alat-alatnya besar. Kalau ditata butuh 1/2 kabin Isuzu Elf. Tidak bisa digunakan untuk membangun OB Van dengan armada Grand Max atau Carry.

Tahun 2015, saya membangun multicamera system lagi. Teknologinya sudah berubah. Menjadi lebih modern. Merk yang saya beli sebelumnya tidak ada lagi. Merk baru ini lebih kompak. Volume ruangnya hanya separo ukuran alat lama. Harganya pun cuma sepertiganya: Rp 100 juta.

Tahun lalu saya bangun multicam system lagi. Kali ini memang mencari yang paling sederhana. Paling kecil ukurannya. Tapi tetap hebat kinerjanya. Dapatlah RGB Mini. Ukurannya seperti namanya. Setebal dua majalan Intisari.

Dengan ukurannya yang mini, produksi ke luar kota jadi lebih menyenangkan. Dulu harus sewa porter di bandara dan stasiun. Sekarang tidak perlu lagi. Dengan bantuan satu layar monitor 9 inchi, jadilah multicamera system dengan kinerja yang sangat baik.

Mini + Streaming Switcher di Jagaters Studio

Mau tahu harganya? Seperduapuluhnya alias tidak sampai Rp 5 juta!

Hari ini saya beli satu lagi. Kebetulan tipenya baru. Lebih canggihlah. Harganya Rp 7,5 juta.

Dalam industri jasa multimedia memang ada mazhab brand dan mazhab fungsi. Dulu saya termasuk pendukung mazhab brand. Kalau brand-nya tidak ”itu” saya nggak mau. Sekarang saya pindah mazhab. Ikut pendukung mazhab fungsi.

Mempertahankan mazhab brand ternyata banyak ruginya. Kalah melulu dalam tender. Mengapa? Karena harganya kemahalan.

Ya jelas saja. Hitungan sewanya mirip-mirip sewa mobil. Anda mau pergi dari Jakarta ke Bogor. Mau sewa mobil apa? Ada Sigra, Ayla, Xenia, Avanza, Kijang Innova, Kijang Innova Reborn, dan Alphard.

Sama-sama jalan ke Bogor, sama-sama lewat jalan tol, sama-sama membutuhkan waktu tempuh 1,5 jam, yang beda adalah ongkosnya.

Ada juga yang bertanya, alat-alat murah itu kan gampang rusak? Oke. Mungkin saja pendapat itu benar. Tapi gampang rusak itu setelah berapa lama? Setahun rusak? Tidak masalah. Mungkin selama setahun sudah menghasilkan jasa sewa yang nilainya setara dengan 100 unit. Kalau rusak ya buang saja. Jadi jawabnya cukup jelas kan? Kita perlu terus upgrade alat kerja dengan alat-alat dan teknologi yang lebih murah tetapi kinerjanya sama. Selama masih normal, gas pol untuk cari duit. Kalau rusak, beli lagi saja.(jto)

Be the first to comment on "JURUS BERSAING ala JAGATERS STUDIOS"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*