Dwi Soetjipto Dirut Semen Indonesia

ALASAN DWI SOETJIPTO DIPILIH MENTERI BUMN SUGIHARTO SEBAGAI DIRUT SEMEN INDONESIA!

Perusahaan BUMN terbesar di Indonesia adalah Semen Gresik. Semen Gresik merupakan salah satu kontributor deviden terbesar bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara RI (APBN RI). Semen Gresik merupakan industri persemenan nasional yang menguasai pangsa pasar terbesar di Asia. Ketika Menteri Negara BUMN Periode 2004-2007 Sugiharto menjabat, Semen Gresik memiliki banyak konflik yang bisa diubah menjadi kekuatan.

Dwi Soetjipto Dirut Semen Indonesia 2012-2014

Konflik tersebut muncul ketika ada kebijakan dari pemerintah RI yang menginstruksikan Semen Tonasa dan Semen Padang menjadi anak perusahaan PT Semen Gresik yang bertujuan untuk IPO (Initial Public Offering) tahun 2005. IPO merupakan penerbitan saham utama perusahaan untuk dijual kepada investor umum. Tuntutan Semen Tonasa dan Semen Padang untuk segera memisahkan diri (spin off) dari Semen Gresik pun masih terus terjadi. Mereka tidak rela dan ikhlas  jika harus jadi anak perusahaan Semen Gresik. Mereka berkeinginan untuk disejajarkan dengan PT Semen Gresik.

Konflik tersebut semakin meruncing ketika CEMEX (industri persemenan asal Meksiko) hendak membeli 60 persen saham PT Semen Gresik yang dimiliki Pemerintah Republik Indonesia. Indikasi tersebut semakin kuat tercium oleh Semen Tonasa dan Semen Padang untuk segera memisahkan diri dari Semen Gresik. Perlu diketahui bahwa tradisi Padang itu tidak ada tanah yang dimiliki secara pribadi, dalam sejarah pendirian Semen Padang, perusahaan persemenan ini menggunakan tanah ulayat. Jika kemudian CEMEX memiliki 60 persen saham Semen Gresik, ini berarti tanah ulayat akan menjadi kekayaan Cemex Asia Holdings Ltd.

Masalah Internal PT Semen Gresik Group

Tahun 2005, pemerintah RI melalui Menteri BUMN Sugiharto menginstruksikan supaya Semen Padang, Semen Gresik dan Semen Tonasa digabung menjadi satu dibawah bendera PT Semen Gresik Group. Akibat penggabungan bisnis persemenan nasional ini tersebut berdampak munculnya konflik internal yang berkepanjangan, karena penggabungan tersebut memang tidak kondusif sehingga memunculkan beberapa isu. Isu tersebut, antara lain:

  • Tuntutan Spin Off

Isu ini muncul karena dipicu oleh model penggabungan dan ego masing-masing yang merasa dirinya lebih baik.

  • Fanatisme Kelompok

Ini merupakan produk sejarah perusahaan yang sudah cukup lama membangun ikatan sosial dari masing-masing kelompok.

  • Perbedaan Kesejahteraan

Terjadi perbedaan kesejahteraan karyawan yang berdampak pada perbedaan kinerja masing-masing perusahaan. Perbedaan kesejahteraan ini menjadi masalah serius ketika penggabungan perusahaan terjadi.

  • Kuatnya Rasa Kedaerahan

Ikatan kedaerahan juga sedemikian berat karena masing-masing perusahaan menggunakan sumber daya alam dari daerah yang bersangkutan sebagai bahan baku semen. Mereka seperti tidak rela ketika harus “menyerahkan” pengelolaan perusahaan lain yang notabene tidak berasal dari “rumpun” yang sama.

Isu tersebut di atas kemudian ada pihak lain yang menyelewengkan untuk kepentingan lain. Tuntutan perjuangan pun menjadi berbelok arah dan merugikan perusahaan. Konflik menyebabkan pabrik tidak berjalan dengan semestinya sehingga berdampak pada kinerja perusahaan.

Seiring berjalannya waktu, proses sinergi yang dibangun pak Dwi–panggilan akrab Dwi Soetjipto Dirut PT Semen Indonesia Tbk–membuahkan hasil. Sinergi di dalam perusahaan Semen Gresik Group mulai terbangun dengan baik, indikator-indikator kinerja mulai terasa. Terbukti dengan peningkatan produksi, penjualan, EPTIDA, dan laba. Selain itu, para pemegang saham di pasar modal juga memberikan apresiasi sehingga harga saham terus naik. Efek dari hal ini adalah diraihnya berbagai penghargaan baik oleh perusahaan maupun CEO dari perusahaan.

Akhirnya, Semen Gresik Group tidak hanya menjadi perusahaan semen terbesar di Indonesia, akan tetapi juga terbesar di Asia Tenggara; setelah perusahaan berhasil ekspansi dengan cara mengakuisisi perusahaan semen asal Vietnam, Thang Long Cement. Akuisisi itu agar bisa memenuhi kebutuhan seman di masa depan dan sebagai langkah untuk mengenjot pertumbuhan secara anorganik.

Be the first to comment on "Dwi Soetjipto Dirut Semen Indonesia"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*