Bos GarudaFood: Dulu Dihina, Kini Dipuja

BELAJAR DARI BOS GARUDAFOOD GROUP, MR SUDHAMEK AWS: DULU DIHINA, KINI DIPUJA

Dulu, Sudhamek pernah dihina miskin. Kini, Bos GarudaFood itu menjadi Orang Terkaya di Indonesia Urutan Ke-38

Fidzikri.com
Bos GarudaFood, Mr. Sudhamek Agoeng Waspodo Soenjoto

Pebisnis yang satu ini dilihat dari gelar akademiknya biasa saja, beliau ini merupakan Orang Terkaya di Indonesia Ke-38 yang sangat tajir melintir.

Sejak kecil beliau selalu di cemooh (bahkan diejek) kawan-kawannya karena namanya yang aneh. Tapi Anda jangan salah sangka, setiap nama membawa keberuntungan (rezeki) masing-masing.

Anda pasti tau bahkan sering mengkonsumsi produk yang telah berhasil membuat namanya meroket, seperti : Kacang Kulit Garuda, Biskuit Gery, Gery Chocolatos, dan LEO Kripik Kentang.

yaa, benar… beliau adalah Mr. Sudhamek Agoeng Waspodo Soenjoto (AWS), President Commissioner  PT Tudung Group. Tudung Group merupakan Holding Company PT GarudaFood Group Putri Jaya dan PT Sinar Niaga Sejahtera Group.

Sampai berita ini ditulis, GarudaFood Group memiliki 18.550 karyawan. Mereka menyebutnya sebagai Noble People. Artinya, orang yang mulia sebagai aset perusahaan. Karena GarudaFood sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan sebagai implementasi dari Filosofi Perusahaan Point (1).

GerudaFood juga melakukan kerjasama (joint venture) dengan perusahaan Tirai Bambu Jepang, bernama Suntory Beverage & Food Asia Pte. Ltd. Di Indonesia, perusahaan itu diberi nama PT Suntory Garuda Beverage yang memproduksi minuman segar tanpa alkohol untuk segmen pasar Indonesia. Mungkin kita asing dengan nama perusahaan tersebut di atas, tapi jika Anda pernah minum Okky Jelly Drink, MounYea, MYTEA, serta Good Mood itulah produk dari Suntory.

Tahun 2018, manajemen GarudaFood bersiap-siap untuk melepas sebagian saham di pasar modal. Hal ini dilakukan biar perusahaan bisa memperoleh dana segar hingga USD$ 200 juta atau IDR 2,75 Triliun

Makin hari makin hebat saja ya, perusahaan GarudaFood ini. Maka tak heran, jika kekayaan Mr. Sudhamek AWS mencapai US$ 810 juta atau sekitar IDR 11 triliun… wowww, angka yang cukup fantansis sekali

Dulu, Mr. Sudhamek adalah karyawan di PT Gudang Garam Tbk. Untuk menyambung hidupnya direla menjadi buruh karyawan rokok yang gajinya pas-pasan; dan bisa dibilang belum kaya.

Anda pasti sangat penasaran dengan perjalanan hidup Bos GarudaFood? Tidak ada salahnya jika kita Belajar dari Bos GarudaFood untuk bisa survival dengan baik dan bijaksana.

Berikut 8 Fakta Orang Terkaya di Indonesia Urutan Ke-38 versi Forbes 2017.

Fakta Ke-2 – Dihina Orang Miskin

Selama dibangku SMA, Sudhamek sangat tertekan batinnya ketika dibully oleh kakak kelasnya; jika dia miskin.

Begini ceritanya, ketika Sudhamek mengantarkan pulang temannya ke rumah. Ternyata, temannya itu adalah anak Founder Pabrik Teh di Slawi. Ketika itu, bisnis tehnya meroket dan berjaya; sehingga wajar jika temannya itu anaknya orang kaya raya.

Waktu itu, Sudhamek masih naik sepeda sedangkan temannya sudah naik motor Honda, Honda yang memiliki CC yang besar juga, temannya memang kaya karena waktu itu bisa naik motor Honda dengan CC besar.

Sudhamek yang pernah dinobatkan sebagai Orang Terkaya Indonesia Urutan Ke-38 versi Forbes 2007 ini menjelaskan lagi bagaimana akhirnya dia di bully habis-habisan.

Begini ceritanya; “waktu itu, Sudhamek pergi bersama adiknya (yang kebetulan satu angkatan dengannya), ketika mau pulang, kakaknya sudah menunggu dia di depan garasi mobil ‘dari mana?’, omongannya menyakitkan hati di ujung, ‘tidak usah pergi sama orang kere itu’, wah wah itu benar-benar membuat saya sakit hati’, kata Bos GarudaFood

Karena hinaan tadi, Sudhamex muda merasa tidak terima dan bersitegang karena tidak bisa menahan amarahnya sehingga terjadi adu fisik diantara mereka berdua.

“Meskipun dia kakak kelas saya, dan kita berdua sama-sama laki laki. Jadi, kita selesaikan dengan cara fisik, tidak sampai luka, hanya sedikit memar memar saja”, lanjut Sudhamek

Atas kejadian tersebut di atas, Sudhamek muda kemudian menceritakan kejadian itu kepada ibunya, Mrs Pusponingroem. Mendengar cerita Sudhamek muda membuat sang ibu meneteskan air mata.

“Saya masih ingat betul kejadian itu, saat ibu saya tau-beliau langsung nangis. Ibu saya betul-betul cinta dan sayang terhadap anak-anaknya. Jika anak-anaknya disakitin itu lebih menyakitkan daripada dia sendiri yang disakitin. Terus terang, saya menyesal karena melihat beliau menangis”, lanjut Sudhamek

Atas kondisi di atas, membuat Sudhamek muda bertekat untuk membuktikan bahwa dirinya suatu saat akan menjadi sosok yang lebih baik dan terkenal.

“Saya sangat beruntung karena mempunyai karakter bawaan lahir, yaitu: mengubah kemarahan menjadi sebuah energi. Artinya, energi negatif saya ubah menjadi enerhi positif. Hal itu saya alami ketika luka batin luar biasa dan emosional tinggi secara terus-menerus. Energi negatif mulai dari hinaan, kemaharan, kekecewaan, hingga direndahkan orang selalu saya ubah menjadi energi positif. Energi positif inilah membuat saya termovitasi untuk membuktikan kepada mereka agar dapat kompetitif”, tandas Founder Perusahaan Makanan dan Minuman Terbesar di Dunia Ke-3

Ternyata usaha Sudhemek terbukti sukses; dan teman-teman sekolahnya dulu juga mengakui akan kesuksesan Sudhemek dalam mempimpin GarudaFood Group.

“Setelah saya dilihat di Group WhatsApps SMP/SMA, dan kemarin juga ada reuni, saya merasakan sendiri, bahwa saya dianggap teman-teman sebagai salah satu orang yang berhasil. Meskipun begitu, terhadap mereka saya tetap rendah hati sehingga mereka bisa menerima saya dengan cukup baik”, tambahnya.

Fakta #3 – Berniat untuk Ganti Nama Karena Sering di-Bully

Karena dianggap memiliki nama yang aneh, Sudhamek muda selalu menjadi sasaran ejekan (bully) teman-temannya.

“Saya sangat merasakan masa pahit ketika di bully teman-teman ketika dibangku SMP dan SMA. Meskipun waktu SD pernah tapi efeknya tidak terasa”, terang Sudhamek

Jadi selama 6 tahun di bangku SMP dan SMA, Sudhamek muda sudah sangat kenyang jadi bahan tertawaan karena namanya yang aneh.

“Nama saya sangat aneh kan dan tidak umum. Nama Sudhamek Agoeng Waspodo Soenjoto itu hanya satu Indonesia. Jadi ketika sekolah, tiap kali absensi dan ketika giliran nama saya disebut sudah pasti teman-teman saya tertawa. Bayangkan saja setiap hari selama 365 hari dikali 6 tahun”, ujar Sudhamek


Saya mulai terbiasa, lanjut Sudhamek, dengan cemoohan teman-teman itu. Ketika Kelas 2-3 SMA saya mulai terbiasa dan melakukan perlawanan. Artinya, saya mulai menemukan jati diri saya sebenarnya. Jadi masa krisis saya sudah habis ketika dibangku SMA.

Meskipun sudah terbiasa akan bully teman-temannya, Sudhamek mengaku dan berniat untuk menganti namanya. Akan tetapi, hal ini dia batalkan karena nama tersebut atas pemberian orang tuanya. Sampai saat ini nama tersebut eksis berhasil menjadi meraih penghargaan Legacy Award Dalam Rangka 10 Th ASEAN Business Awards (ABA) 2017.

Fakta #4 – Lulus dengan 2 Gelar, Sarjama Ekonomi dan Sarjana Hukum  

Tahun 1981, Sudhamek resmi jadi Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga. Meskipun tidak sengaja masuk di fakultas ini, lama kelamanaan Sudhamek mulai suka dengan fakultas ekonomi ini.

Sudhamek adalah mahasiswa biasa-biasanya aja, bukan tergolong sebagai mahasiswa yang berprestasi. Dulu, beliau ini sangat pemalu dan kini sangat tampil percaya diri. Sudhamek mulai bisa bergaul dengan mahasiswa dan suka membaca buku.

Tahun 1982, Sudhamek juga diterima sebagai Mahasiswa Fakultas Hukum di universitas yang sama. Walhasil, ketika lulus beliau berhak menggunakan gelar kesarjaannya, yaitu Sudhamek AWS, SE., SH.

***

Pelajaran yang dapat kita petik dari cerita masa lalu Bpk. Sudhamek adalah :

(1) The Power of Positive Thinking

(2) The spirit of never give up

Harapan Mr. Sudhamek hanya satu: Semoga menjadi inspirasi bagi Generasi Muda.

Semangat Pendiri:
Sukses itu lahir dari kejujuran, keuletan, dan ketekunan yang diiringi dengan doa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*